Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label analogi

Last Destination vs Rest Area

Perjalanan Panjang Bertepatan dengan long weekend minggu lalu, aku baru saja menghabiskan waktu bersama keluarga dengan melalui perjalanan dari Semarang-Jogja-Bandung-Jakarta dan akhirnya dari Jakarta kami berpisah. Kakakku ada yang tetap di Jakarta, pulang ke Semarang, Jogja, dan aku sendiri langsung kembali ke Solo. Ketika perjalanan kami berlangsung dari Bandung menuju ke Jakarta yang melewati Tol Cipularang membuatku terinspirasi untuk membuat analogi (lagi). Di tengah perjalanan, tepatnya di KM 97 kami sempat berhenti di tempat peristirahatan yang biasa disebut dengan Rest Area. Kakakku sengaja memilih rest area di KM 97 karena di sana masjidnya besar dan pemandangan yang bisa dilihat dari masjid tersebut memang benar-benar indah. Selain itu, pilihan makanan yang tersaji di sana pun beraneka macam dengan SPBU yang cukup banyak sehingga tidak perlu mengantre terlalu panjang. Dengan segala kenyamanan yang ada di rest area tersebut, aku hampir saja lupa bahwa perjalanan masih ...

Kopi VS Es Krim

Ketika orang lain menyukai kopi, aku lebih suka es krim sehangat dan semanis apa pun secangkir kopi pada awalnya, pasti masih menyisakan ampas yang hitam, pekat, dan pahit pada akhirnya sedingin apa pun es krim hingga membuat gigimu linu pada awalnya pasti akan ada rasa manis yang tersisa dan membaikkan suasana hatimu pada akhirnya ku ibaratkan kopi ini adalah Mr. X dan es krim di sini dengan Mr. Y ketika aku terlibat dalam sebuah percakapan dengan si kopi dan si es krim, aku mencoba membuat perbandingan, dan perbandingan itu tampak nyata. Percakapan dengan si kopi terasa begitu hangat, terlebih dengan kata-kata manis yang ditawarkan dari si kopi. Terlebih jika ia menambahkan susu dan float di atasnya. Tapi setelah kopi ku hisap perlahan, makin lama aku makin terasa aneh, perutku semakin kembung dan kepalaku juga semakin pusing karena kafeinnya, semacam percakapan yang dibumbui bualan, rasa yang dilebih-lebihkan, dan kepura-puraan yang menghangatkan di awal tapi malah me...

pink and grey : analogy

At first you read the title, you may imagine that this post is about combination of my appearance today. Exactly, yes! But... I won't show you about that. In this part, I'd like to tell you about something such an analogical of this mixing color As we know, that pink and grey can be matched well. Kalo kalian pake jilbab pink, mungkin kalian bisa pilih ciput abu-abu. Atau mungkin kalo rok kalian abu-abu, pasti bakal lebih manis kalo atasan kalian pake cardigan soft pink gitu. Yah... di sini, aku mau bermain analogi tentang 2 warna itu. Pink : this color is usually used to show about love. Orang kalo lagi kasmaran itu sering dihubung2in sama warna pink. Cintanya orang yang kasmaran itu ibarat bensin, kadar cinta mereka itu lagi full tank. Apa pun dilakukan demi orang tersayang. Kesalahan apa pun termaafkan karna cinta. Seakan nggak ada cacatnya deh. Grey : this color belongs with an unclear... It should be a black? or... white? yaa, mereka yang merasa hubungannya dibi...