Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label tulisan sederhana

Minta Diri

Minta Diri Aku merasakan mendung yang tak berhujan Aku melihat kepergian yang tak berpulang Rasanya gerah tak berkesudahan Menunggu yang pergi tak kunjung datang Kemarin kamu masih di situ Minta diri memohon restu Katanya kamu kan pulang Tapi tak kunjung kau datang membawa kepastian Aku boleh pergi? Aku ingin gantian meminta diri Jangan kau kira aku tak lelah Jangan kau kira aku tak menyerah Lihat jajaran manusia itu Mereka sebenarnya bisa menghabisimu Menggantikan posisimu yang tlah lama kosong dimakan waktu Bosan menunggumu tanpa kehadiran yang ditemani kesendirian Aku memang sampah Bekas perempuan murah tak tau arah Jangankan kau sayang Aku sendiri pun hina melihat diriku yang sebenarnya Maka pergilah Ciptakan sampah-sampah yang lain Sampai berbusa mulutmu kau bekam dengan bualan Aku tak menunggumu lagi, sayang Kamu tak perlu ingat tuk pulang Solo, 11 Juni 2014

Jangan Kesusu Kuliah S2

"Orang-orang pemberani yang berbekal rasa takut, itulah bentuk kehati-hatian. Sedangkan orang yang sebenarnya penakut tapi berbekal keberanian itulah yang dinamakan nekad. ... Kepada si pemberani, ketakutan mengajarkan bahwa keberanian yang cuma berujung bahaya, adalah ketololan," Prie GS. Santailah kawan. Santai yang bukan untuk berleha-leha. Baik pencapaian maupun proses memang tidak harus selalu merujuk pada yang orang lain mau. Selo awake , bukan berarti selo pikire . Jangan yang kamu kira tidak berleha-leha fisiknya menandakan bahwa otak dan hatinya juga tidak bekerja. Bukan berarti mereka yang tidak langsung kuliah S2 kualitas ilmunya hanya segitu-segitu saja. Jangan karena dia lulusan S2 dan kemudian jadi ibu rumah tangga lalu kau anggap percuma kuliah. Bukan karena si X atau si Y dengan IPK tinggi lalu jadi pedagang, atau sekedar baca buku dan menulis di rumah lalu kau anggap ijazah dan ilmunya selama kuliah itu sia-sia. Oh, ...

Limbung

Dalam jemu aku meramu setiap tamu termasuk kamu yang datang menginap, sekedar singgah, atau hanya lewat menyapa tidak kusangka, kubenci situasi semacam ini yang kuinginkan dalam setiap pertemuan adalah ketiadaan sebuah perpisahan lalu kusadar itu hanyalah omong kosong bumi yang berputar kelak pun akan berhenti berotasi kesulitan yang datang suatu saat juga kan pergi menghilang juga rasa ini yang tak terdefinisi hanya ingin untuk kusampaikan tapi membuang kata sama halnya memalukan Kau tahu, ada atau tidak adanya kamu aku baik-baik saja tapi kehadiranmu dalam benakku yang tak kusuka seperti candu lagak perawan yang merindu Klaten, 5 November 2015 dnms

Egois

Aku tidak ingin mendeklarasikan diri sebagai sosok yang idealis Sebab aku begitu paradoks jika harus turun ke lapangan realita Idealitasku begitu mudah beramah tamah dengan keadaan sedangkan aku tidak bisa memaksakan kehendak, jika aku tidak mampu mengalahkan kenyataan Kamu tahu? Mimpi-mimpiku sebenarnya sederhana saja Tapi aku ter-nurture untuk menjadi sesuatu yang sederhana tapi lain dari yang lainnya. Itu idealitasku yang sebenarnya Itu yang menjadi ekspektasiku saat ini. Tapi aku tidak bisa hidup di atas mimpi-mimpiku sendiri. Ada banyak orang yang berharap banyak tentangku Dan akhirnya aku harus beramah tamah untuk hidup dalam ekspektasi mereka Jiwa ini harus berlapang dada, bahwa aku harus mengikuti saran mereka... menjadi sosok yang mereka inginkan yang mimpi-mimpinya setinggi langit, tidak sederhana, tapi terlalu mainstream untuk kulakukan sebab aku tidak bisa menjadi orang yang idealis di mataku, orang yang idealis sesekali terlihat egois. dan aku... tida...

Membelah Diri

Di saat sudah terlalu banyak manusia yang butuh waktu lebih, ternyata kini penyakit baru mulai muncul dengan keinginan memiliki diri yang lebih. Maksud saya begini, problema manusia zaman sekarang (yang sibuk) berharap ingin memiliki waktu lebih dari 24 jam sehari, 7 hari semi minggu, dan seterusnya. Nah, perkembangan dari penyakit ini menjadikan si manusia menjadi jauh lebih super sibuk. Bukan hal yang asing ketika manusia-manusia pemegang kuasa, pengemban amanah, dan terpilih itu dituntut untuk mampu memenuhi lebih dari satu agenda dalam satu waktu yang sama. Bukankah itu tidak mungkin? Adalah mustahil untuk meng- copy diri kita sendiri menjadi lebih dari satu untuk memenuhi setiap agenda yang menuntut kita hadir dalam satu waktu yang sama. Imajinasi yang liar pun berkata, "seandainya manusia mampu membelah diri" Pikiran macam apa lagi ini Akhirnya perkara prioritaslah yang menjadi jawaban dari permasalahan ini. Mana yang menjadi prioritasmu, itulah yang akan kam...

Beramal Lewat Tulisan

Minggu lalu saya memang mendengar suatu publikasi mengenai sebuah kompetisi menulis yang diadakan oleh Bisnis Indonesia (salah satu media massa berskala nasional). Dengan tajuk "Bisnis Indonesia Writing Contest", kompetisi ini menawarkan hadiah yang tidak tanggung-tanggung, yaitu satu unit mobil dan gadget lainnya. Siapa gerangan yang tidak tergiur, termasuk saya. Sehari dua hari saya mencari inspirasi dan tak kunjung datang. Saya luruskan niat dan tujuan saya, untuk apa hadiahnya jika saya mengikuti kompetisi ini. Hadiah sebesar itu untuk apa saya raih jika tidak ada manfaatnya. Hingga situasi membuat saya tidak bisa diam di depan laptop sekedar membuat satu artikel saja untuk dikirimkan dalam kompetisi ini. Bayangkan saja, dalam satu minggu saya harus meng- handle tiga acara sekaligus. Fokus saya terpecah dan fokus itu masih saya bagi untuk kuliah serta tanggung jawab lainnya. Ya, minggu kemarin saya hampir depresi tapi kuasa Allah yang menolong saya melewati masa-mas...

Komunitas SOTO BABAT dan Perubahanku

Hanya 10 pertemuan tapi berhasil membawa banyak perubahan. Sore ini merupakan pertemuan ke-8 dan masih ada dua pertemuan lagi. Entah benar atau hanya sekedar persepsi pribadi, SOBAT (akronim dari SOTO BABAT) ini sudah memberi banyak perubahan dalam hidup saya. Saya yang dulu hanya menulis dengan gaya bahasa menye-menye , berbasis curhat picisan, dan tergantung mood, sekarang bisa berubah haluan. Saya merasa tulisan saya semakin tegas dengan isinya, berbasis pada apa yang saya pelajari, dan mampu bertahan dalam tekanan deadline . Percaya? Saya sendiri juga hampir tidak percaya. Sejak saya menjadi bagian dari SOBAT, saya merasa malu untuk terus menulis tulisan yang cengeng dan berbau labil.  Ya, saya memang masih diizinkan untuk menulis literatur bernuansa romansa, tetapi harga diri saya berkata saya pantang menulis untuk mengiba. Sekali pun saya harus "curhat" di dalam tulisan saya maka saya membuat patokan bahwa saya sudah harus mampu mengambil hikmah dari selipan curh...

Last Destination vs Rest Area

Perjalanan Panjang Bertepatan dengan long weekend minggu lalu, aku baru saja menghabiskan waktu bersama keluarga dengan melalui perjalanan dari Semarang-Jogja-Bandung-Jakarta dan akhirnya dari Jakarta kami berpisah. Kakakku ada yang tetap di Jakarta, pulang ke Semarang, Jogja, dan aku sendiri langsung kembali ke Solo. Ketika perjalanan kami berlangsung dari Bandung menuju ke Jakarta yang melewati Tol Cipularang membuatku terinspirasi untuk membuat analogi (lagi). Di tengah perjalanan, tepatnya di KM 97 kami sempat berhenti di tempat peristirahatan yang biasa disebut dengan Rest Area. Kakakku sengaja memilih rest area di KM 97 karena di sana masjidnya besar dan pemandangan yang bisa dilihat dari masjid tersebut memang benar-benar indah. Selain itu, pilihan makanan yang tersaji di sana pun beraneka macam dengan SPBU yang cukup banyak sehingga tidak perlu mengantre terlalu panjang. Dengan segala kenyamanan yang ada di rest area tersebut, aku hampir saja lupa bahwa perjalanan masih ...

Random

They ever said to me,"you deserve what you've served," I simply believe it and... I've tried to serve anything that I can, but then what did I deserve? Nothing than pain (again) Kamu bilang kamu sudah mencoba, lalu kamu mengaku bahwa nyatanya kamu gagal... Kamu pikir aku juga tidak dalam proses mencoba? Kamu pikir mudah bagiku untuk berpindah hati dan akhirnya bisa menerimamu mencoba mencintaimu tanpa menargetkan apa pun, selain balasan yang sama Nyatanya aku salah Kamu terlalu mudah menyerah, yasudah... Toh ini bukan pertama kalinya bagiku Ditinggalkan saat sedang sayang-sayangnya After all, you've made me learn about loving someone without expectation, and How to differentiate between reality and drama... You had been my chapter of my story although I'd never been your favorite song to be sung Solo, 25 Maret 2013 DNMS

Quote for LDR

It's dedicated for you who have to deal with the distance between loving each other. :') Don't measure the distance, measure your love!

untweet quote

It's just a meaningless quote, I just wanna try to make such a thing which is like viatumblr haha xD

New Year... New Hope...

Mencintaimu seperti proses pembelajaran yang panjang Aku dari posisiku yang lumpuh karna lukaku di masa lalu Hingga bertemu kamu dan belajar mengagumi tanpa berambisi untuk memiliki Tanpa disangka kekagumanku bersambut baik setelah penantian yang panjang Jawaban doa atas sekedar mengagumimu dalam diam ternyata mendapat signal baik perlahan Yang kusadari bahwa banyak perempuan yang ingin berada di posisiku saat ini Sehari dua hari aku mulai beradaptasi Seminggu dua minggu aku mulai teraktualisasi Bulan berganti kamu berhasil menemaniku tanpa ekspektasi Mungkin kamu juga sedang dalam proses belajar untuk mencintaiku Semoga memilihku bukan menjadi penyesalan untukmu Semesta mengijinkan kita bersama Skenario Tuhan menetapkan kamu sebagai pendamping terbaikku saat ini Solo, Januari 2013 DNMS

Open Plot

Nyoba-nyoba bikin cerpen, setelah dapet materi "Open Plot" di mata kuliah Pengantar Kajian Prosa. Dosen saya bilang, prosa yang beralur terbuka itu biasanya akhir ceritanya masih gantung, kadang bikin pembaca masih jengkel karena perlu menerka sendiri bagian akhir cerita. Contoh penulis yang sukanya pake Open Plot itu F. Scott Fitzgerald, dengan karyanya yang best seller "The Great Gatsby" yang denger-denger nih 2013 ini bakal keluar filmnya. Yah... ini sih masih abal-abal, tapi semoga sudah masuk ke prosa yang belongs to open plot deh :D enjoy! ;) Kesempatan Kedua             Awal Oktober 2012, awal musim penghujan yang sama seperti tahun lalu. Talia masih melihat laptopnya dengan pandangan kosong. Deadline tugas, tumpukan materi ujian, kamar yang berantakan, perut yang kelaparan, seakan menjadi temannya saat kesepian. Bukan hal yang biasa, karena Talia biasanya selalu well-arranged dan kali ini ia merasa sed...

Luka Baru

Luka yang kemarin masih belum benar sembuh Aku sibuk sendiri untuk memulihkannya, tanpa kamu Tiba-tiba kamu kembali dengan senyum baru Lukaku sembuh perlahan Tapi bekasnya masih bersisa Ku biarkan bekasnya tetap ada Karna memang sudah tak sesakit dulu saat aku terluka Sekalian jadi pengingat untuk kamu Agar kamu tidak membuat luka lagi setelahnya Tapi tidak semua orang bisa memanfaatkan kesempatan kedua dan kamu termasuk di dalamnya ku lihat kau mulai membuka jaringan luka baru karena merasa aku tidak pernah mengeluh sakit padamu dengan mudah akhirnya aku sakit lagi Akal sehatku menekan perasaan Mungkin sebuah kesalahan bagiku untuk menaruh setia padamu Air mataku juga sudah kering Aku mulai menertawakan kebodohanku Terima kasih atas luka yang baru ini silakan pergi dan jangan lagi temui aku

Ciutex dari Masa ke Masa

Aku menyebut mereka lebih dari teman Tapi mereka tidak mungkin jadi pacarku Aku mengenal mereka jauh sebelum facebook se-eksis sekarang Tapi bukan tidak mungkin kita menghilang seperti friendster saat ini Aku pasti merasakan ketidak-cocokan dengan mereka Tapi Tuhan tidak mengijinkan kami sering bertengkar dengan memisahkan tempat tinggal kami Aku sering merindukan mereka bertiga Tapi pada akhirnya Tuhan meridhoi kami bertemu walau hanya tiga hari saja Selalu terselip doa terindah untuk mereka yang aku sayang sejak ku kenakan seragam putih biru ku :) Best Love - Muthia

Jangan menunda... sampai...

Jangan menunda untuk beribadah sampai kamu menunggu dibinasakan di hari pembalasan Jangan menunda untuk berbagi rezeki sampai kamu merasakan betapa tidak enaknya merasa kekurangan tanpa ada seorang pun yang peduli Jangan menunda untuk berkata jujur sampai kamu mengalami betapa kecewanya mendapatkan suatu kemunafikan Jangan menunda untuk menjadi setia dan selalu menjaga kepercayaan sampai kamu merasakan betapa pahitnya dikhianati Jangan menunda untuk memberi maaf kepada orang yang menyakitimu sampai kamu merasakan betapa sulitnya mendapatkan kesempatan kedua atas kesalahanmu sendiri Jangan menunda untuk meminta maaf kepada orang yang telah kamu sakiti sampai kamu tahu betapa kesalnya disakiti lalu ditinggal pergi begitu saja tanpa kata maaf Jangan menunda untuk menjadi pendengar yang baik sebelum kamu berada di posisi dimana tak ada seorang pun yang mampu bahkan mau mendengar keluh kesahmu Jangan menunda KEBAIKAN apa pun! sebelum KEBURUKAN yang menghampiri kehid...

pink and grey : analogy

At first you read the title, you may imagine that this post is about combination of my appearance today. Exactly, yes! But... I won't show you about that. In this part, I'd like to tell you about something such an analogical of this mixing color As we know, that pink and grey can be matched well. Kalo kalian pake jilbab pink, mungkin kalian bisa pilih ciput abu-abu. Atau mungkin kalo rok kalian abu-abu, pasti bakal lebih manis kalo atasan kalian pake cardigan soft pink gitu. Yah... di sini, aku mau bermain analogi tentang 2 warna itu. Pink : this color is usually used to show about love. Orang kalo lagi kasmaran itu sering dihubung2in sama warna pink. Cintanya orang yang kasmaran itu ibarat bensin, kadar cinta mereka itu lagi full tank. Apa pun dilakukan demi orang tersayang. Kesalahan apa pun termaafkan karna cinta. Seakan nggak ada cacatnya deh. Grey : this color belongs with an unclear... It should be a black? or... white? yaa, mereka yang merasa hubungannya dibi...