Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jenesys

Shinkansen Bekas di Indonesia

Saat melihat Subway dan Shinkansen yang ada di Jepang, seketika saya teringat pada tulisan Anif Punto yang dibukukan dengan judul “Negara Kuli”. Kalau tak salah ingat, salah satu tulisannya menyebutkan bahwa negeri kita tercinta ini merupakan Negara yang penuh dengan barang rongsokan , alias barang bekas.   Ini terbukti di berbagai aspek teknologi yang ada di Indonesia. Salah satu contohnya adalah KRL Commuter Line yang ada di daerah Jabodetabek saat ini. Bagi yang tidak berdomisili dan tinggal di sana, mungkin belum pernah merasakan transportasi umum ini. Tapi sekedar informasi saja, KRL yang kini begitu vital bagi warga Jakarta dan sekitarnya ini memang di- import dari Jepang. Impor yang dimaksud di sini tidak serta merta Jepang memproduksi gerbong-gerbong baru untuk selanjutnya dibeli oleh Indonesia. Tidak, tidak seperti itu. Keuangan Indonesia tidak mampu membeli yang baru. Sehingga, subway yang sudah tidak layak pakai di Jepang akan diekspor ke Indonesi...

Negeri Visioner - Jenesys 2.0 Batch 11 Mass Media

Memasuki hari ketiga, 25 Februari 2015, seluruh peserta Jenesys 2.0 Batch 11 mendapat kesempatan untuk mengunjungi salah satu museum yang bernama Miraikan. Ini merupakan museum nasional yang menampilkan tekhnologi mutakhir. Lokasinya terletak di Daiba, Tokyo.   Tidak seperti kebanyakan museum yang ada di Indonesia, Miraikan menampilkan sesuatu yang lain dari sudut pandang saya. Sesuai dengan namanya yang berarti “masa depan”, museum ini sama sekali tidak menampilkan hal-hal yang berbau masa lalu. Sekali pun ada, itu hanya secuil dari sekian benda yang dipamerkan.   Beberapa contoh seperti kutipan berikut: Gambar 1 (Atas) : “Message from Le Corbusier – When old ways of doing things leave you stranded, try an approach based on an entirely new concept unconstrained by the old methods and assumptions. ” Gambar 2 (Bawah): ALTERNATIVE CREATIVITY - New ideas unconstrained by traditional values give us the ability to create new things ” K...

Orientasi - Jenesys 2.0 Batch 11 Mass Media

Setiap perjalanan pasti dimulai dengan sebuah awalan, perkenalan. Kami pun demikian. Sesampainya kami di Tokyo, seluruh peserta dibawa ke Hotel East 21 Tokyo untuk mendapatkan orientasi awal. Sesuai briefing awal yang dilakukan di Soekarno Hatta, batch 11 ini dibagi menjadi 4 kelompok. Sehingga saat orientasi di Tokyo, kami sudah berkumpul dan mendapatkan orientasi sesuai dengan kelompok kami masing-masing. Beruntungnya koordinator kami, Takagi-san, merupakan orang yang well-arranged dalam memaparkan informasi tentang kegiatan Jenesys selama seminggu. Hal itu terlihat dari cara Takagi-san mencatatkan setiap detil informasi yang harus kami lakukan dan perhatikan. Bisa teman-teman lihat sebagai berikut: Karena saya dan teman-teman melihat bagaimana cara koordinator kelompok lain menyampaikan orientasinya, kami bisa membandingkan bahwa Takagi-san lebih rigid. Papan tulis di kelompok lain terlihat bersih, berbanding terbalik dengan papan tulis grup kami. Sehingga kami pun bersyuku...

Perjalanan Baru - Jenesys 2.0 Batch 11 Mass Media

Siapa yang menyangka. Orang seperti saya, yang tidak mengerti apa-apa tentang Jepang tiba-tiba mendapat kesempatan untuk berangkat ke Negeri Sakura ini. Bukan bermodal ketekadan, tapi lebih kenekadan, saya mencoba mengirimkan aplikasi ke Menkominfo yang tahun ini membuka pendaftaran short course tentang Mass Media di Jepang. Untuk penjelasan singkat, Jenesys singkatan dari Japan-East Asia Networks of Exchange for Students and Youths merupakan program dari JICE ( Japan International Cooperation Center) yang bekerja sama dengan beberapa kementrian yang ada di Indonesia. Sebenarnya tidak hanya di Indonesia, namun program ini juga diperuntukkan untuk siswa SMA dan mahasiswa di beberapa negara Asia Tenggara.  Kali ini, JICE menunjuk Kemenkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) untuk melaksanakan program Jenesys yang bertemakan Media Massa. Peserta yang lolos dalam program ini merupakan mereka yang aktif di dunia komunikasi, kepenulisan, jurnalis, dan blogger. Dan alhamd...